Kisah Arif Rachmat Memulai Industri Sawit

PT Triputra Agro Persada dikenal sebagai salah satu perusahaan penghasil crude palm oil. Perusahaan yang pada awalnya didirikan oleh pengusaha Teddy P. Rachmat tersebut kini memiliki lahan lebih dari 160.000 hektar (ha). Meski begitu, tidak banyak orang yang mengetahui perusahaan ini.

“Lucunya, jika saya menyebut nama Triputra, tidak banyak orang yang kenal. Sebagian besar masyarakat lebih mengenal Ciputra atau Tripatra dibandingkan Triputra,” kisah CEO Triputra Agro Persada Arif Rachmat pada Berita Satu.

Namun nama Triputra justru akan mencuat apabila disebutkan pendirinya adalah Theodore ‘Teddy’ P. Rachmat. Maklum, Teddy Rachmat merupakan mantan orang nomor satu di perusahaan Astra selama lebih dari 30 tahun dan merupakan ayah dari Arif.

Arif pun menuturkan bagaimana waktu pertama kali memulai bisnis yang dia tekuni sekarang ini.

“Pada tahun 2005, saya sudah berada di Amerika Serikat (AS) selama 15 tahun. Saya bekerja sekitar tujuh tahun di General Electric (GE), salah satu perusahan terbesar di AS. Saya kembali ke Indonesia karena kakak saya meminta bantuan untuk memuluskan proses leverage buy out keluarga kami untuk masuk ke Adaro Energy,” tutur Arif.

“Saat kami berbicara di telepon, kakak saya mengatakan transaksi ini akan sangat menantang. Itu membuat saya merasa tertantang. Saya akhirnya langsung memutuskan berangkat ke Jakarta,” lanjutnya.

Setelah Arif kembali ke Indonesia dan membantu proses transaksi dengan kakaknya, barulah empat bulan kemudian ia memutuskan untuk memulai binsis sendiri di bidang kelapa sawit.

“Saya dibantu keluarga saya sendiri dan keluarga Pak Benny Subianto. Kemudian saya dikenalkan kepada menantu paling muda Pak Benny Subianto, yaitu Toddy Mizaabianto Sugoto,” jelas Arif.

Dia menjelaskan, pendapatan terbesar perseroan Grup Triputra berasal dari agribisnis. Agribisnis menjadi penyumbang pendapatan terbesar karena harga minyak sawit mentah (crude palm oil/ CPO) dan karet yang cukup tinggi.

Perjalanan merintis Triputra tidaklah mudah. Theodore Permadi Rachmat, ayah Arif bahkan merintis perusahaan tersebut saat krisis keuangan pada 1998 memuncak hingga akhirnya memutuskan untuk menjual perusahaan pembiayaan ke salah satu bank. Dana tersebut kemudian digunakan untuk investasi di pertambangan hingga akhirnya ia sukses membangun Triputra Group.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *